Website Berita Pemerintah Kota Pangkal Pinang

Monitoring Gerakan Nanam Cabe Rakyat di Kelurahan Bukit Besar, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

0


Monitoring Gerakan Nanam Cabe Rakyat di Kelurahan Bukit Besar, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

BUKIT BESAR, GIRIMAYA, PANGKAL PINANG – Kelurahan Bukit Besar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan Monitoring Gerakan Nanam Cabe Rakyat (GENCAR) yang dilaksanakan bersama Tim Monitoring dan Penyuluh Pertanian. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan semangat masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman cabe. Program Gerakan Nanam Cabe Rakyat sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta mendorong kemandirian pangan rumah tangga. Di tingkat kelurahan, program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat kelurahan, TP PKK, kelompok wanita tani, hingga masyarakat umum.

Lurah Bukit Besar menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. “Gerakan Nanam Cabe Rakyat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Kita ingin setiap rumah minimal memiliki beberapa polybag cabe sehingga kebutuhan dapur bisa dipenuhi secara mandiri,” ujar Lurah Bukit Besar.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak kelurahan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan penyuluh pertanian agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang tepat terkait teknik penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama.

Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua TP PKK Kelurahan Bukit Besar menyambut baik kegiatan monitoring ini. Ia menilai program nanam cabe sangat relevan dengan peran PKK dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. “Kami dari PKK sangat mendukung penuh Gerakan Nanam Cabe Rakyat. Ibu-ibu rumah tangga adalah ujung tombak dalam pengelolaan dapur keluarga. Dengan menanam cabe sendiri, kita bisa mengurangi pengeluaran sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan,” ungkapnya.

PKK juga aktif menggerakkan dasawisma untuk saling berbagi bibit, pengalaman, dan solusi jika menghadapi kendala dalam proses penanaman. Bahkan, beberapa anggota PKK telah berhasil memanen cabe dari pekarangan rumah masing-masing dan menjadi contoh bagi warga lainnya.

Masyarakat Kelurahan Bukit Besar mengaku merasakan manfaat langsung dari program ini. Salah satu warga menyampaikan bahwa sebelumnya ia harus membeli cabe hampir setiap minggu, terutama saat harga melonjak. “Sekarang Alhamdulillah sudah bisa petik sendiri di depan rumah. Walaupun tidak banyak, tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Warga lainnya juga berharap agar program ini terus didampingi, terutama dalam hal penyediaan bibit unggul dan edukasi mengenai pengendalian hama, mengingat tanaman cabe cukup rentan terhadap serangan penyakit.

Antusiasme masyarakat terlihat dari semakin banyaknya rumah yang memanfaatkan lahan sempit, bahkan hanya menggunakan pot dan polybag sebagai media tanam.

Tim Monitoring bersama Penyuluh Pertanian memberikan sejumlah arahan penting dalam kegiatan tersebut. Mereka menekankan pentingnya pemilihan bibit unggul, penggunaan media tanam yang baik, serta pola penyiraman yang teratur.

Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa tanaman cabe membutuhkan sinar matahari yang cukup dan drainase yang baik agar tidak mudah terserang busuk akar. Selain itu, pemupukan secara berkala dengan pupuk organik sangat dianjurkan untuk menjaga kesuburan tanaman.

Tim Monitoring juga mengingatkan agar program ini didokumentasikan dengan baik sebagai bahan evaluasi dan pelaporan. Keberhasilan di tingkat kelurahan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Dengan adanya monitoring ini, Kelurahan Bukit Besar semakin optimis bahwa Gerakan Nanam Cabe Rakyat akan terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah kelurahan, PKK, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Program ini bukan hanya tentang menanam cabe, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari halaman rumah sendiri. (KAISAR)





Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.